logo rilis
Gegara Testimoni Mahfud MD, Jokowi Kini Dianggap Pemimpin Tak Tegas
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
17 Agustus 2018, 17:00 WIB
Gegara Testimoni Mahfud MD, Jokowi Kini Dianggap Pemimpin Tak Tegas
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Polemik testimoni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dalam program Indonesia Lawyers Club di tvOne beberapa hari yang lalu terus menuai perhatian publik. 

Menurut peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, pernyataan-pernyataan Mahfud itu memberi stigma negatif bagi popularitas Joko Widodo, salah satunya dianggap sebagai pemimpin yang tak tegas.

"Dampaknya sejauh ini serius. Jokowi terkena stigma sebagai pemimpin yang tidak tegas dan mudah ditakuti dengan ancaman," katanya kepada rilis.id, Jumat (17/8/2018).

Taufik mengatakan, testimoni Mahfud itu merupakan serangan balasan yang telak bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Pasalnya, stigma negatif itu tidak hanya mengenai Jokowi, melainkan juga Ma'ruf. 

"Ma'ruf Amin kini dianggap sebagai ulama politik yang ternyata sama saja cara mainnya dengan politisi kebanyakan," ujarnya. 

Mahfud, ungkap Taufik, jelas terlihat kekecewaannya melalui pernyataan-pernyataannya terkait kegagalan menjadi cawapres Jokowi. Namun, menurut dia, mantan Menteri Pertahanan di era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gusdur itu tak mungkin mengakui langsung kekecewaannya ke publik. 

"Karena itu justru akan jadi bumerang. Kalau mau dilihat secara realistis dia tidak punya kendaraan politik. Hanya berharap momentumnya menguntungkan dia. Dan itu tidak terjadi," ungkap Taufik. 

"Dalam suasana psikologis yang kecewa berat sementara di sisi lain terus-terusan diejek, Mahfud akhirnya memilih untuk melawan. Diungkaplah semuanya," pungkasnya. 

Sebelumnya, Mahfud MD menceritakan proses kegagalan dirinya menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi). Ia mengaku dijegal oleh kader NU melalui ancaman akan meninggalkan Jokowi bila tak pilih kader dari organisasi massa Islam terbesar di Indonesia tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)