logo rilis

Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Penenggelaman Kapal Berarti Berdaulat
Kontributor
Zul Sikumbang
12 Januari 2018, 12:01 WIB
Gaduh Luhut-Susi, Ono Surono: Penenggelaman Kapal Berarti Berdaulat
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan melarang Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti untuk menenggelamkan kapal mulai tahun 2018 ini.

Dari pada ditenggelamkan, kata Luhut, lebih baik kapal tersebut diberikan kepada nelayan. Sebab, saat ini banyak nelayan yang tak bisa melaut, sehingga diharapkan kapal-kapal tersebut dapat membantu nelayan.

Menanggapi larangan Luhut, Anggota Komisi IV DPR RI membidangi Pertanian, Kehutanan dan Keluatan, Ono Surono, mengatakan, penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia merupakan bukti negara berdaulat. 

Berikut wawancara Zul Sikumbangwartawan rilis.id, dengan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (12/1/2018)

Bagaimana tanggapan Anda soal pelarangan menenggelamkan kapal asing dari Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan?

Penenggelaman kapal itu sebagai komitmen dari visi pemerintah terkait kedaulatan, karena dari dulu illegal fishing tidak pernah selesai di Indonesia. Pernah dulu ditenggelamkan, tidak banyak dan tidak merata. Dengan penenggelaman kapal yang dilakukan oleh KKP sebenarnya hal yang sangat bagus untuk menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat, dan itu sesuai dengan aturan yang ada. Apalagi, misalnya dengan adanya putusan pengadilan. Sehingga apa yang dilakukan oleh Menteri KKP dengan menenggelamkan kapal asing yang mencuri ikan, ya, sudah sangat bagus.

Kenapa Luhut tidak melihat hal itu?

Menurut saya, apa yang disampaikan Luhut jangan menenggelamkan kapal asing yang mencuri ikan, tapi fokus pada urus industri. Ini kan bukan suatu hal yang berbeda. Tidak berarti tidak menenggelamkan atau fokus atau sebaliknya. Ini bisa dilakukan bersama-sama, penenggelaman kapal tetap dilakukan dan meningkatkan produksi ikan nasional juga dilakukan. Ini simultan, kedua-duanya jalan. Jangan sampai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan dihentikan, yang pada akhirnya penegakan dari sisi kedaulatan, dari sisi pelaksanaan putusan pengadilan tidak berjalan. Dua hal ini bisa dilakukan secara bersamaan. 

Kongkritnya?

Ini terkait dengan Inpres No 7 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. Kan sudah kerja bersama, bukan hanya KKP. Ada 25 institusi yang terlibat untuk meningkatkan industri perikanan nasional. Sehingga kalau kita mau evaluasi bagaimana Inpres dan rencana aksi itu berjalan, ujungnya sisi kedaulatan kita dapat. Karena laut Indonesia memang bukan tempat mencuri ikan. Dengan begitu, kita juga bisa membuktikan bahwa industri perikanan bisa maju dan bangkit.

Perlukah Luhut tekankan kepada Bu Susi untuk tidak tenggelamkan kapal asing pencuri ikan?

Jangan. Menenggelamkan kapal itu harus ada. Itu akan buat efek jera. Penenggelaman kapal yang dilakukan sekarang ini saja belum menjamin Indonesia aman dari pencurian ikan oleh nelayan asing. Katena zona-zona yang berbatasan dengan negara lain masih ada pencurian ikan, sementara armada Angkatan Laut, Polisi Air, terbilang terbatas

Apakah pelarangan penenggelaman kapal asing pencuri ikan bentuk intervensi Luhut kepada Susi Pudjiastuti?

Yang pasti mereka punya mekanisme. Menteri Luhut mempunyai tugas untuk melakukan koordinasi berbagai kebijakan yang menyangkut sektor maritim. 

Bagaimana tanggapan Anda terhadap pernyataan Presiden Jokowi yang setuju dengan penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan?

Saya sangat mendukung pernyataan Presiden Jokowi itu. Bahwa penenggelaman kapal baik dan itu tetap harus dilakukan. Saya sangat mendukung sekali. Tapi di sisi lain, industri perikanan nasional terkait bagaimana meningkatkan ekspor ikan juga harus dipacu. 

Jadi titik pmasalahnya ada di mana?

Sebenarnya bukan pada aksi penenggelaman kapal. Penenggelaman kapal biarkan saja, tapi bagaimana Pak Luhut mendorong Menteri Susi untuk lebih meningkatkan produksi, meningkatkan ekspor dengan bermacam-macam gebrakan, sehingga ekspor dan produksi ikan bisa meningkat.


#Luhut Panjaitan
#Kapal
#Susi
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)