logo rilis
Fakta Seputar Mimpi dan Alasannya
Kontributor
Ning Triasih
24 Februari 2018, 23:01 WIB
Fakta Seputar Mimpi dan Alasannya
ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Mimpi itu bunganya tidur. Semua orang pasti mengalaminya. Hanya saja, mimpi setiap orang berbeda-beda.

Ada yang bangun dari mimpi merasa tenang dan nyaman, ada pula yang terguncang, sedih dan bingung atas apa yang baru mereka lihat dalam mimpinya.

Berbicara soal mimpi, berikut ini beberapa fakta tentang mimpi dan makna di baliknya seperti dilansir dari Indiatimes:

Mimpi jelas

Kebanyakan orang merasa terganggu begitu mimpinya terasa jelas dan tampak begitu nyata. Dalam kondisi ini, seseorang seolah bisa mengendalikan dan meniru mimpinya berdasarkan karakter, naratif dan lingkungan.

Tak bisa mengingat mimpi

Rata-rata, seseorang bermimpi hampir 4-5 kali per malam, tapi dengan sekejap mimpi itu sirna, tak dapat diingat sama sekali. Nah, lupa ini disebabkan oleh kondisi neurokimia di otak yang terjadi selama tidur REM, sehingga kehilangan jejak 95-99% dari mimpi yang dialami.

Kelelahan usai bangun dari mimpi

Pernahkah Anda kelelahan begitu bangun tidur akibat mimpi yang Anda alami? Hal ini cukup sering dialami seseorang. Saat tertidur, otak lebih aktif daripada sebaliknya. Bagi manusia, tidur terbagi dalam beberapa tahap, tahap 1-4 adalah tidur non-REM dan Tahap V adalah tidur REM. Yang terakhir adalah di mana sebagian besar mimpi terjadi.

Mimpi orang buta

Orang yang tak bisa melihat juga bermimpi, dan mimpi mereka layaknya orang normal. Faktanya, orang buta sejak lahir memiliki tingkat mimpi lebih tinggi, dan cuplikan kecil dari kenyataan. Mimpi mereka didasarkan pada apa yang mereka rasakan tentang dunia melalui apa yang mereka dengar, baca atau katakan. Sebenarnya, mereka memiliki mimpi buruk lebih banyak daripada orang yang bisa melihat.

Mimpi buruk

Periset menemukan, mimpi buruk lebih sering terjadi ketimbang yang indah. Hal ini lantaran seseorang selalu memikirkan kejahatan, rasa tidak aman dan hal-hal yang tak terkendalikan. Karena itu, rasa takut, marah dan cemas lebih sering terjadi lewat mimpi.


500
komentar (0)