logo rilis
Fadli Zon: Perlu Kolaborasi Semua Elemen Berantas Korupsi
Kontributor

27 Oktober 2018, 10:00 WIB
Fadli Zon: Perlu Kolaborasi Semua Elemen Berantas Korupsi
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Maraknya korupsi yang terjadi di berbagai negara, telah menjadi ancaman serius, tak hanya bagi pembangunan namun juga bagi masa depan perdamaian dunia.

"Untuk mengatasinya diibutuhkan peran dan kerja sama dari semua elemen baik pemerintah, parlemen dan masyarakat madani," kata Presiden Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), Fadli Zon, ketika Forum ke-18 Konferensi Anti-Korupsi Internasional di Kopenhagen, Denmark.

Fadli Zon mengatakan, forum ini merupakan pertemuan untuk mengajak semua elemen agar bekerja sama dalam memberantas korupsi.

"Saya menyoroti efek negatif dari korupsi dan mengapa kita harus bekerjasama mengatasinya. Korupsi tak hanya dilihat sebagai ancaman terhadap demokrasi, tetapi juga dapat merusak pembangunan ekonomi, melanggar keadilan sosial, dan merusak kepentingan publik. Itu bahkan dapat menghancurkan kepercayaan pada institusi negara," kata Fadli Zon.

Menurut sebuah penelitian University of Amsterdam pada tahun 2010, korupsi dapat  mempengaruhi kepercayaan publik terhadap parlemen.

Pada 2012, laporan yang dirilis Transparency International (TI) menempatkan Parlemen sebagai peringkat ke-3 dalam daftar lembaga publik yang dianggap korup oleh masyarakat sipil.

Karena itu, sebagai kejahatan transnasional, penanganan korupsi harus didukung semua elemen.

Kerja sama, kolaborasi dan kemitraan di antara para stakeholders sangat diperlukan untuk memberantas korupsi secara efektif. Melalui aliansi aktor-aktor penting semacam itu, masalah dapat diatasi. 

"Parlemen adalah pilar penting dari sistem demokrasi suatu negara. Parlemen memiliki peran kunci kontrol mengawasi pemerintah. Dalam hal membina kemitraan yang kuat, penting untuk membangun dan mendukung jaringan parlementer, dan bekerja dalam kemitraan dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Di sinilah GOPAC mengambil perannya," ungkap Fadli Zon, dalam keterangan pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Sabtu (27/10/2018)

Ia menambahkan, karena jaringan internasional anggota Parlemen fokus hanya pada pemberantasan korupsi, GOPAC bertujuan untuk melawan dan mencegah korupsi dengan memperkuat integritas di Parlemen.

"GOPAC juga memberikan dukungan kepada para anggota parlemen dengan mengembangkan alat-alat praktis, memberikan pelatihan yang relevan, peningkatan kapasitas, dan pendidikan untuk mempromosikan metode memerangi korupsi," kata Wakil Ketua DPR ini.

Sejak didirikan pada tahun 2002, GOPAC telah secara aktif terlibat dalam jaringan anti-korupsi global, sementara pada saat yang sama mendorong kemitraan anti-korupsi yang kuat di kalangan anggota parlemen.

Hingga kini, kami memiliki lebih dari 1.000 anggota di seluruh dunia, serta jaringan terkoordinasi melalui 62 Cabang Nasional dan 5 Cabang Regional di Arab, Afrika, Asia Tenggara, Oceania dan Amerika Latin.

Dalam melaksanakan program kami, GOPAC memiliki 5 bidang Satuan Tugas Global: Anti-Pencucian Uang, Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC), Pengawasan Parlementer, Etika dan Perilaku Parlementer, dan Partisipasi Masyarakat.

"Saya juga menyoroti beberapa kemitraan strategis GOPAC baru-baru ini dengan parlemen, eksekutif, jaringan internasional, dan masyarakat sipil. Melalui Pengawasan Parlemen GTF kami, GOPAC telah bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan UNDP dalam mengembangkan handbook tentang SDG sebagai panduan bagi anggota Parlemen untuk berhasil menerapkan SDG, terutama dengan memantau keefektifan setiap pengembangan bantuan," pungkas Fadli Zon.
 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID