logo rilis
ESDM Jawab Keluhan Harga Gas Pelaku Industri
Kontributor
Ainul Ghurri
19 Februari 2018, 18:17 WIB
ESDM Jawab Keluhan Harga Gas Pelaku Industri
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wamentri ESDM Archandra Tahar. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjawab keluhan pelaku industri terkait mahalnya harga gas industri di Indonesia. Keluhan tersebut disampaikan para pelaku usaha industri di acara pertemuan antara stakeholder dengan tema 'Akselerasi Pertumbuhan Melalui Pendalaman Struktur Industri dan Peningkatan Ekspor Sektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka' di Kementerian Perindustrian.

"Pertama bahwa kita punya kesepahaman harga gas industri harus affordable. Itu kita harus sepaham dulu. Tak ada niat ESDM naikan harga gas sehingga industri enggak bisa kompetitif dibanding negara lain. Apakah kita berkepahaman dalam ini? saya pikir iya," ungkapnya, di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Menurutnya, beberapa hal telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki harga gas industri. Kendati demikian, Arcandra meminta pelaku industri untuk memahami perbedaan harga gas industri tiap negara. Hal ini karena faktor harga di hulu yang tidak bisa disamakan. "Mungkin kita sudah mendengar beberapa kali bahwa kita punya kesepahaman harga gas industri harus affordable. Itu kita harus sepaham dulu," ujarnya.

Ia menyatakan, pemerintah melalui Kementerian ESDM, tidak ada niat untuk menaikkan harga gas industri yang dapat menimbulkan perbedaan dengan negara lain.

"Kita harus lihat satu persatu bahwa harga gas kita ini lebih mahal atau sebaliknya dibanding negara lain. Apakah kita bisa bersepaham dalam hal ini? Saya pikir iya," tuturnya.

Seperti diketahui, para pelaku industri, saat ini masih mengeluh terkait harga gas yang dirasa belum terjangkau bagi perusahaan industri. Harga gas yang dikeluhkan oleh pelaku saat ini mencapai US$11 Milion Standar Cubic feet Perday (MMSCFD). Padahal harga normal dalam affordable (terjangkau) US$3 MMCFD.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)