logo rilis
Dalami Kasus e-KTP, Orang Dekat Setya Novanto Diperiksa KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
10 Januari 2018, 14:55 WIB
Dalami Kasus e-KTP, Orang Dekat Setya Novanto Diperiksa KPK
Terdakwa Kasus e-KTP Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.


RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya mengebut pengembangan baru terkait kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Ini tampak dari beberapa orang terdekat Setya Novanto dipanggil secara bergiliran oleh penyidik KPK.

Semula, dua anak Setya Novanto, Rheza Herwindo dan Dwina Michaella yang mendatangi Gedung KPK. Setelah diperiksa tiga jam, keduanya bungkam saat ditanya awak media. Rheza dan Dwina diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Tak lama kemudian, sang ayahanda, Setya Novanto juga turut diperiksa penyidik KPK. Terdakwa kasus korupsi e-KTP itu tiba ke komisi antirasuah dengan mobil tahanan.

Sama seperti kedua anaknya, Novanto pun juga tak memberikan sepatah kata pun terkait pemeriksaan kali ini. Dia langsung naik ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah Novanto juga diminta keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Anang dalam hal pengembangan kasus. "Diperiksa untuk kebutuhan pengembangan perkara e-KTP," kata Febri.

Lalu setelah Setya Novanto masuk, tak lama kemudian politisi Hanura yang juga berstatus sebagai terpidana kasus menghalang-halangi penyidikan e-KTP dan pemberian keterangan palsu, Miryam S Haryani juga datang ke gedung KPK.

Menyusul Miryam, sebuah mobil mewah juga masuk ke Gedung KPK. Rupanya istri kedua Novanto, Desti Astriani Tagor yang turun dari mobil.

Keduanya rupanya juga diperiksa untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

"Untuk pengembangan kasus e-KTP," terang Febri.

Dalam kasus ini,Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo ditetapkan sebagai tersangka keenam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Menetapkan Saudara ASS Direktur Utama PT Quadra Solution sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

La Ode mengatakan, Anang diduga terlibat dalam kasus itu bersama tersangka lainnya merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sebesar Rp 5,9 triliun melalui perusahaannya yang tergabung dalam konsorsium yang memenangkan proyek e-KTP tersebut.

"PT Quadra Solution merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium proyek itu," tutupnya.


Tags
#kasus e-KTP
#Setya Novanto
500
komentar (0)