logo rilis
Cuma Mau Pilkada Lancar, ASN Netral
Nailin In Saroh
13 Februari 2018, 19:38 WIB
berita
Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung, Didik Suprayitno. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Didik Suprayitno, resmi dikukuhkan sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung

Mantan perwira TNI Angkatan Udara berpangkat kolonel itu ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menggantikan Muhammad Ridho Ficardo yang cuti kampanye di Pilkada 2018.

"Tapi, saya sudah alih status (Jadi PNS) waktu 2010 lalu," kata dia memastikan posisinya sekarang.

Karir Didik sudah malang melintang di urusan pemerintahan. Pada 2014 lalu, ia pernah dipercaya menjadi juru bicara menteri, atau Kepala Pusat Penerangan, Kemendagri era Gamawan Fauzi.

Ia juga tercatat sebagai dosen aktif di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cilandak, Jakarta. Mengisi materi perkuliahan manajemen pelayanan publik dan sosiologi pemerintahan.

Tim rilis.id berbincang-bincang dengan pria kelahiran Mojokerto ini terkait bagaimana gagasan dan langkah dia ke depannya dalam memimpin Lampung selama 4 bulan ke depan.

Berikut ulasan wawancara khusus dengan Pjs Gubernur Lampung bergelar Doktor bidang pendidikan ini,

Setelah resmi dilantik, apa harapan dan langkah bapak menjabat Pjs Gubernur Lampung ?

Kan, sebenernya tugas saya mulai tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Tugas terutama mengawal Pilkada, karena gubernur dan wagubnya cuti dalam rangka kampanye. Ada beberapa tugas saya di sana. 

Pertama, melaksanakan urusan pemerintahan terutama pelayanan publik. Kedua, menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat. Ketiga membahas dan menandatangani Perda, yang dibahas dengan DPRD, seizin Mendagri. 

Keempat, menjaga netralitas dalam pilkada. Sampai saat ini menurut saya Lampung masih kondusif. Tapi kita tetap konsolidasi dengan Kapolda, Danrem, Kajati, Kabinda, Pimpinan DPRD. Selain itu juga dengan KPU dan Bawaslu. Saya yakin tidak ada masalah. Saya akan antisipasi semua. 

Antisipasinya apa saja pak?

Saya akan kerjasama dengan banyak. Berdiskusi dengan SKPD, TNI, Polri, termasuk penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu. 

Saya akan tetap mengantisipasi adanya kemungkinan-kemungkinan yang bisa menimbulkan gejolak atau kelancaran Pilkada. Deteksi dini.

Bagaimana menjaga netralitas PNS di Lampung?

Saya tentu akan mengawasi. Akan ada sanksi tegas kalau mereka ketahuan tidak netral. Sampai saat ini, saya berprasangka baik, bahwa semua ASN itu menjaga netralitas. 

Namun, saya tetap memonitor, karena jabatan saya juga itu pembinaan kepegawaian, mudah-mudahan enggak ada kecurangan. Saya berkomitmen membuat Pilkada Lampung berjalan dengan lancar sesuai arahan Mendagri. 

Menurut bapak, Pilkada Lampung ini ada tantangan tersendiri?

Saya kira saat ini belum terdeteksi oleh saya adanya tantangan itu. Dengan calon itu saya lihat sama sama kuat ya. Kita pantau terus. 

Isu SARA sekarang lagi masif sekali, bagaimana di Lampung?

Saya ingat pesannya Pak Menteri tadi, termasuk SARA, politik uang memang harus diwaspadai, belum lagi multietnis di sana.

Seperti kejadian kemarin (Yogyakarta), ada penyerangan gereja, lalu ulama (Bandung). Ini menurut saya, ada upaya adu domba antarumat beragama. Mudah-mudahan tidak ada masalah serupa di Lampung.

Makanya, saya akan bekerja dengan merangkul ormas-ormas di sana, termasuk mengantisipasi kelompok yang diperkirakan membuat kericuhan.

Bagaimana menangani dugaan kasus korupsi kepala daerah?

Jadi gini, besok tanggal 15 saya kumpulkan jajaran dan pihak-pihak. Saya ingatkan soal area-area rawan korupsi itu. Kemudian saya bekerja sama kalau ada deteksi-deteksi dari kejaksaan. Kita hati-hati lah, sesuai aturan saja. 

DP4 nanti, KPU mengacu data Kemendagri, target perekaman KTP elektronik di Lampung bagaimana?

Dalam rapat bersama jajaran SKPD, tentu saya akan membahasnya. Saya akan panggil dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil), dan meminta data perekaman terakhir mereka.

Kan, kalau secara nasional, sisa perekaman tinggal tiga persen lagi. Nah, tinggal dilihat, Lampung ada berapa yang belum. Lalu, saya akan minta jemput bola supaya terjamin hak pilihnya.

Bagaimana bapak meningkatkan potensi ekonomi Lampung?

Saya pastinya akan lihat dulu di sana. Potensinya apa, termasuk juga singkong dan pisang. Jagung juga bisa. Tidak ada salahnya menyontoh Gorontalo yang kuat ekspor jagungnya.

Ini kan bapak ke Lampung, gimana anak-istri, diajak?

Anak di Jakarta karena pegawai negeri di DKI, yang kedua masih kuliah disini, yang ketiga masih SMA masih ujian. Istri, saya lihat beberapa hari sedang saya pertimbangkan untuk cuti di luar tanggungan negara supaya bisa di sana. Saya kira hanya empat bulan.

Tapi, tidak muluk-muluk lah, yang jadi keinginan saya sekarang supaya pilkada aman, kondusif. Nomor satu adalah netralitas ASN, karena pilar demokrasi parpol, ASN bawah-bawah harus netral.

Selamat bertugas, pak

Iya, terima kasih. Mohon doanya ya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)