logo rilis

CEO RILIS.ID Ilham Mendrofa: Kita Butuh Politik yang Berkeadaban
Kontributor

26 Februari 2018, 19:50 WIB
CEO RILIS.ID Ilham Mendrofa: Kita Butuh Politik yang Berkeadaban
Ilham Mendrofa, CEO RILIS.ID dalam acara syukuran 1 Tahun RILIS.ID. FOTO: RILIS/Indra Kusuma

PORTAL berita politik rilis.id termasuk di antara media daring yang berkembang sangat cepat kendati baru berdiri satu tahun dan sumber daya manusia masih terbatas. Namun, itu semua tidak menjadi halangan tetapi menjadi kebanggaan bersama dan menjadi energi untuk maju dan berkontribusi bagi peradaban Indonesia bahkan dunia.

Apa yang menyebabkan rilis.id terus tumbuh dan seperti apa dinamisnya newsroom dalam melahirkan berita altruis serta rencana apa ke depan, berikut ini perbincangan santai Yayat R Cipasang dan Tio Pirnando dengan CEO RILIS.ID Ilham Mendrofa.

Banyak bisnis lain yang lebih menguntungkan dalam revolusi dunia internet seperti sekarang ini. Kenapa memilih portal berita politik yang sudah seperti rimba raya?

Buat saya situs ini dibangun tidak murni bisnis. Bagi saya rilis.id adalah medium untuk memperjuangkan permalasahan bangsa ini. Ini soal gagasan bahwa kemudian kita kelola secara bisnis pasti karena ini kan industri. Tetapi jauh lebih penting alasan berfikirnya adalah rilis.id adalah media online. Media digital yang kita pilih ini adalah sebuah medium untuk memperjuangkan gagasan kita khususnya mengenai kondisi Indonesia.

Rilis.id mengusung pemberitaannya dengan tagline altruisme, apa maknanya?

Altruisme ini lahir dari diskusi yang sangat keras dari teman-teman pendiri. Karena yang mendirikan ini bukan hanya saya. Kan sebelum saya ada beberapa anak muda kemudian bertemu saya dan membawa gagasan ini. Saya kemudian katakanlah men-touch up kemudian menjadi bisnis yang benar. 

Kenapa altruisme karena kita merasakan dan ini fakta bahwa Indonesia ini berada di ruang-ruang dilema. Kita menyebut sebagai negara kaya tapi faktanya kita miskin. Kita memilih demokrasi sebagai jalan berkebangsaan tapi banyak perilaku-perilaku elite kita punya kecenderungan antidemokrasi. 

Misalnya tentang politik hari ini. Kita merasakan bahwa debat dan percakapan yang ada di BPUPKI, debat di Kontituante dan fase-fase kemerdekaan hilang saat ini. Percakapannya sangat kering, sentralistik dan sangat jauh berbeda dari yang dulu. Kita merindukan itu. Kita berharap dapat mengembalikan atimosfir itu sehingga lebih berkeadaban.

Di tengah persaingan antara media online sejenis, bagaimana memposisikan dan mendefinisikan rilis.id?

Pertama, kita sudah menyusun roadmap yang sangat kuat. Kita memilih segmen-segmen seperti isunya politik dan usianya milenial. Intinya kita akan memilih ceruk pasar yang berbeda

Kedua, kita akan membangun pilar-pilar yang kuat. Kita akan mengefektifkan kompetensi bagaimana temen-temen yang bergabung di rilis.id punya kompetensi yang baik. Betul-betul punya integritas apa yang kita sebut dengan nilai-nilai jurnalisme universal.

Terkait kompetensi kita sangat serius termasuk mengoptimalkan SEO dan sebagainya. Dari segi digital kita terkoneksi dengan jaringan digital baik lokal maupun global. Secara vertikal tersambung dengan jaringan internasional dan secara horizontal menghasilkan jurnalisme yang lebih baik.

Dalam setahun ini semua jurnalis rilis.id lulus uji kompetensi dari mulai jenjang muda, madya dan utama serta secara institusi juga sudah terverfikasi faktual dan administrasi oleh Dewan Pers. Apa makna utama dari semua proses ini?

Kita ucapkan alhamdulillah. Setahun kita melewati portal pertama. Kita sudah terpilih secara faktual dan administrasi di Dewan Pers. Wartawan kita sudah mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW) dan alhamdulillah semuanya lulus. Ini maknanya dalam sekali. Kita ingin membuat rilis.id yang betul-betul menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalisme yang baik.

Ke depan pesta demokrasi akan segera dimulai mulai dari Pilkada Serentak 2018 hingga Pilpres 2019. Apa saja yang dipersiapkan rilis.id?

Kita tidak menyiapkan secara khusus karena buat kita ini bukan soal pilpres. Kita menyiapkan rilis untuk masa depan Republik Indonesia. Untuk sesuatu yang kita idam-idamkan. Untuk suatu apa yang kita sebut masa depan negara. Tahun kedua ini kita sedang fokus membangun framing bisnisnya agar keseluruhan sumber daya yang ada betul-betul memahami unsur pasar dan konsumen. Dari situ kita akan memproduksi sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat Indonesia. 

Brand rilis.id kini mulai merambah daerah dengan mulai diluncurkannya Rilis Lampung, apakah ada tujuan lain selain pemerataan informasi dan juga soal ekonomi?

Ini sebetulnya sudah masuk ke startegi bisnis. Dan itu banyak pilihannya misalnya membangun bisnisnya cukup di daerah atau melayani berita di daerah tapi dikelola dari Jakarta. Tapi kita memilih pilihan kedua mengembangkan bisnis dengan dengan melibatkan potensi lokal. Kita berencanan tahun depan rilis.id tersebar di lima kota besar pengguna atau konsumen internet. Selain Lampung ada Medan, Bandung, Surabaya dan Makassar. Kita berharap lima tempat itu rilis terus tumbuh dan menjadi pondasi utama untuk mencari bentuk paling ideal membangun bisnis media online.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID