logo rilis
Buni Yani Divonis Setahun Enam Bulan
Kontributor
Tari Oktaviani
14 November 2017, 16:23 WIB
berita
Buni Yani. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara terhadap terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Buni Yani.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Buni yani terbukti melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu tahun enam bulan," kata Ketua majelis hakim Saptono dalam pembacaan putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Adapun vonis tersebut lebih rendah dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebanyak dua tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider tiga bulan. Meski begitu, majelis hakim memiliki pertimbangan yang memberatkan dan meringankan Buni Yani. 

"Untuk memberatkan, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tidak mengakui kesalahannya, sedangkan keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan keluarga," paparnya.

Mendengar putusan majelis hakim, Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan banyak fakta-fakta persidangan yang tidak sesuai. Oleh karena itu mereka akan mengajukan banding.

"Kami akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai, karena tadi ribut, saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi," ujar Aldwin.

Sementara, JPU menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa.

Buni Yani merupakan pengunggah video Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama saat mengutip surah Al Maidah.

Dia didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 tentang Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu berisi orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Sumber: Antara

Bagikan artikel
Tags
#Buni Yani
#Vonis
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)