logo rilis
Berjuang Melawan Atresia Ani, Yuk Bantu Muhammad
Kontributor
Elvi R
19 Februari 2018, 16:43 WIB
Berjuang Melawan Atresia Ani, Yuk Bantu Muhammad
FOTO: Dok Pribadi Sobrina

RILIS.ID, Jakarta— Sama seperti kelahiran bayi lainnya, Sobrina Fitri merasa sangat bahagia menimang Muhammad Hasan Abdullah. Lahir dengan berat badan 1.800 gram atau kurang dari dua kilogram dan dalam keadaan prematur tidak membuat ibu muda ini patah hati.

Kendati demikian, Sobrina mulai cemas ketika Muhammad tak kunjung menangis pascadilahirkan diusia kandungan enam bulan. Muhammad pun tidak melakukan Inisasi Menyusu Dini (IMD) seperti yang seharusnya dilakukan, karena dokter justru melarangnya. 

Baca Juga

"Waktu itu saya belum tahu ada apa, tapi ternyata saya diberitahukan kalau Muhammad belum terbentuk anusnya, nama penyakitnya Atresia Ani," ujar Sobrina kepada rilis.id, Senin (19/2/2018).

Menurut data yang dihimpun rilis.id, Atresia ani atau disebut juga anus imperforata adalah salah satu jenis cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan mencapai 5-7 minggu. Atresia ani menyebabkan perkembangan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus tidak sempurna. Kondisi ini terjadi pada satu dari 5.000 bayi, dan merupakan kondisi serius yang perlu ditangani segera dengan operasi.

Sobrina menuturkan, Atresia Ani menyebabkan, penumpukan gas di dalam perut Muhammad. Perut bayi laki-laki yang lahir 27 Juli 2017 itu pun semakin lama semakin membesar.

"Akhirnya Muhammad hanya dipasang infus untuk nutrisinya dan sonde (selang minum sampai ke lambung) untuk menampung gas atau cairan yang keluar dari perutnya," tuturnya.

Di usia empat hari Muhammad akhirnya menjalani operasi kolostomi untuk pembuangan sementara sisa nutrisi yang dicerna. Sisa pembuangan nutrisi pun ditampung dalam kantong kolostomi.

"Saya sempat kesulitan memperoleh yang kecil, terpaksa Muhammad menggunakan kantong yang sama besarnya dengan tubuhnya," ujar Sobrina.

Saat ini usia Muhammad sudah menginjak tujuh bulan. Seperti bayi pada umumnya, Sobrina mengatakan, Muhammad sangat aktif. Kantong kolostomi pun dinilai Muhammad cukup mengganggu. 

"Jadi dia sering menarik dan memukul kantong kolostomi, pada akhirnya terjadi stoma (usus yang dikeluarkan) berdarah. Kulit perutnya iritasi karena kantong kolostomi menempel terus," jelasnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Sobrina, Muhammad akan menjalani operasi kedua pembentukan anus. "Meski hasil pemeriksaan terakhir rupanya ujung rektum muhammad masih jauh jaraknya dengan kulit anus, selain itu terbentuknya saluran kecil yg menghubungkan antarsaluran kencing dan anus," katanya.

Saat ini, Muhammad sedang melakukan galangan dana melalui laman resmi kitabisa.com/Muhammadhasan dengan nama Muhammadhasan. Sobrina berharap warganet bisa berbagi untuk kesembuhan Muhammad. Donasi bisa langsung dikirimkan dengan mengunjungi laman kitabisa.com/Muhammadhasan

"Sebagai orang tua tentu ingin melihat anaknya seperti anak normal lainnya, dengan ini kami mohon doa dan bantuan dari semua pihak agar muhammad terbebas dari Atresia ani," pungkasnya.


500
komentar (0)