logo rilis
Bamsoet, Ketua DPR, Pengusaha atau Wartawan?
Kontributor
Zul Sikumbang
26 Januari 2018, 16:22 WIB
Bamsoet, Ketua DPR, Pengusaha atau Wartawan?
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

SEBUAH kebanggaan bagi kalangan jurnalis Indonesia. Sepertinya setelah era Wakil Presiden Adam Malik tak pernah ada lagi wartawan yang mencapai posisi puncak di negeri ini. Paling mentok menjadi anggota DPR. Nah, baru kali ini pimpinan tertinggi di Parlemen dipuncaki Bambang Soesatyo yang hingga kini tercatat sebagai jurnalis dan menjadi anggota sebuah organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Saat berbincang tentang profesi wartawan, Bamsoet, demikian sapaan akrab di kalangan wartawan, sangat bersemangat dan kembali banyak mengenang suka dan dukanya saat memburu narasumber di lapangan. Bamsoet sejatinya tidak pernah bercita-cita menjadi ketua DPR, pun menjadi pengusaha.

"Saya tidak tahu nasib saya akan seperti apa. Semuanya mengalir saja. Termasuk jabatan ini (ketua DPR), besok atau suatu waktu mungkin bakal dicopot," kata Bamsoet saat berbincang dengan rilis.id di ruangannya, baru-baru ini.

Bamsoet tertarik dengan dunia wartawan semenjak aktif di pers mahasiswa saat kuliah di Universitas Jayabaya. Berbagai kegiatan dan pelatihan jurnalistik digelutinya hingga suatu waktu melamar dan diterima sebagai jurnalis di harian Prioritas milik Surya Paloh. 

Namun, koran yang pada zamannya termasuk cukup kritis itu dibredel rezim Orde Baru. Bamsoet yang baru menikmati dunia jurnalistik profesional termasuk yanng menjadi korban. Bamsoet pun akhirnya berkelana ke sejumlah media mulai dari majalah hiburan Vista hingga ke RCTI yang saat itu satu-satunya televisi partikelir yang baru berdiri di Indonesia.

Pengalaman sebagai jurnalis dan juga modal jejaring selama menjadi wartawan memunculkan ide untuk mendirikan media sendiri. Naluri jurnalistik dan bisnisnya muncul. Bamsoet tidak membuat majalah atau media berita politik melainkan mendirikan media bisnis yang saat itu sangat jarang di Indonesia. Maka berdirilah majalah yang cukup disegani waktu itu bernama InfoBisnis.

"Modal, saya kumpulin dari hasil melobi Ical (Aburizal Bakrie), Agung Laksono, Fadel Muhammad dan dari yang lainya hingga terkumpul Rp1miliar," kenangnya.

Dengan modal sebagai jurnalis dan juga pemilik media inilah, akses Bamsoet semakin moncer. Dan suatu waktu Bamsoet ketiban rezeki nomplok. Dia mendapat konsesi Hak Pegusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) 800 ribu hektare di Memberamo, Papua dan 200 ribu hektare di Kalimantan.

"Dan alhamdulillah di dalamnya ada batubara," Bamsoet tertawa.

Sebagai Ketua DPR, peraih penghargaan PWI News Maker Award (2010) ini tidak memiliki program yang muluk-muluk. Ia sadar, anggota DPR dalam dua tahun tersisa hanya memiliki waktu efektif bekerja tinggal enam bulan. Selebihnya sibuk dengan keramaian tahun politik seperti Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Kita hanya fokus kepada legislasi minimal dapat menyelesaikan 8 hingga 10 undang-undang karena untuk kewenangan aggaran dan pengawasan sudah otomatis," ujarnya.

Lantaran waktu yang singkat serta agar kinerja Dewan mangkus dan sangkil, rapat dengan sejumlah pimpinan fraksi dan alat kelengkapan dibuat informal, santai dan diselingi makan siang.  Misalnya, pekan lalu, pimpinan dari 11 komisi di DPR hadir dalam pertemuan informal yang digelar di ruang kerja Bamsoet.

“Rapat informal lintas komisi akan dilakukan rutin setiap sebulan sekali guna membahas capaian legilasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi setiap komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD),” ujar mantan Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya ini.

Lunch meeting merupakan pertemuan informal lintas fraksi yang diadakan pimpinan DPR. Tujuan dilakukan pertemuan informal tersebut untuk membahas isu-isu krusial serta menyelesaikan permasalahan di lingkup kedewanan,” tambahnya.

Kenapa rapat yang membahas isu krusial dibuat informal? Rupanya ini alasan Bamsoet. “Pengalaman selama ini, pertemuan-pertemuan informal ini lebih efektif untuk mengatasi permasalahan yang ada,” kata anggota DPR 
yang mewakili Jawa Tengah VII (Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen) ini.

Ehm, sepertinya ini pengalaman selama jadi wartawan.

Editor: Yayat R Cipasang


Tags
#sosok
#bamsoet
#ketua dpr
#legislasi
500
komentar (0)