logo rilis
Aviliani: BI Harus Jaga Psikologis Rupiah
Kontributor
Nailin In Saroh
07 Maret 2018, 20:12 WIB
Aviliani: BI Harus Jaga Psikologis Rupiah
FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Jakarta— Ekonom Senior Aviliani mengingatkan, Bank Indonesia (BI) harus terus mengawal fluktuasi nilai tukar rupiah untuk menghindari kepanikan di pasar. Sebab, tren rupiah kini bergerak direntang Rp13.700-13.800 per dolar AS.

"BI harus bisa menahan rupiah di bawah level psikologis dan di batas tertentu, sehingga pelemahan rupiah yang sedang terjadi saat ini tidak membuat orang menjadi panik," ujar Aviliani dalam diskusi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Aviliani mengungkapkan, para pelaku pasar valuta asing (valas) memiliki level psikologis terhadap nilai tukar rupiah di batas tertentu. Karenanya, ia menyarankan agar BI bisa lebih agresif menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang tengah memasuki tren terdepresiasi dolar AS.

Berdasarkan kurs tengah BI (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (7/3) melanjutkan pelemahan 13 poin menjadi Rp13.763 per dolar AS, dibandingkan capaian Selasa (6/3) yakni Rp13.750 per dolar AS.

"Rupiah memang memiliki batas psikologis," katanya singkat.

Aviliani menambahkan, BI pun harus lebih berkoordinasi dengan pemerintah guna mencermati kekuatan industri di dalam negeri dalam menghadapi tren pelemahan rupiah. Sehingga, langkah BI merespons pelemahan rupiah tidak hanya memanfaatkan cadangan devisa (cadev) per akhir Februari 2018 yang hanya US$132 miliar. 

"BI jangan menghajar langsung di pasar, tetapi harus melihat dulu kekuatan industri," tegasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)