logo rilis
Arsul Sani Masih Dibutuhkan Partai di Senayan
Kontributor
Yayat R Cipasang
28 Desember 2017, 13:14 WIB
Arsul Sani Masih Dibutuhkan Partai di Senayan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz

WARTAWAN masih saja ada yang salah menulis nama sosok yang belakangan ini kian populer. Sejatinya, tidak kelihatan tampang politisi lebih cenderung sebagai pakar. Beberapa kali Arsul Sani (bukan Asrul Sani) kerap menjadi narasumber dalam sejumlah diskusi di Kompleks Parlemen Jakarta.

Arsul dikenal dekat dengan wartawan. Tampilannya sederhana dan tidak pelit saat wartawan meminta komentar tentang sebuah isu. Celetukannya juga segar dan humoris.

Baca Juga

Namanya kian melambung setelah didapuk menjadi Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2021. Arsul dianggap menjadi figur pemersatu di PPP lantaran keluwesannya dalam bergaul sehingga dapat diterima dua kubu yang bertikai.

"Saya ini tidak bercita-cita terjun ke dunia politik. Dan saya ini orang profesional, bukan politisi," kata Arsul dalam perbincangan santai belum lama ini.

Bahkan ketika mengemban tugas sebagai Sekjen PPP, pemilik slogan kerja keras versus working smart ini sebenarnya berniat mundur. Namun rupanya partai yang dinakhodai Romahurmuziy ini masih membutuhkan kiprahnya di DPR terutama di Komisi III. Apalagi, Arsul sebenarnya lebih pantas disebut sebagai politisi pemikir.

Menurut Arsul, keputusan rapat Pengurus Harian DPP PPP hanya memintanya mundur dari Badan Legislasi dan tak menjabat sebagai salah satu pimpinan fraksi. Ia diminta tetap menjadi anggota Komisi III DPR karena alasan kebutuhan partai.

"Untuk menjaga konsistensi pandangan-pandangan Fraksi PPP dalam RKUHP, RKUHAP dan beberapa RUU terkait dengan upaya perbaikan sistem peradilan pidana terpadu kita, saya dipertahankan di Komisi III," ujar Arsul yang memiliki prinsip aksi, aspirasi dan transparansi.

Lalu bagaimana dengan kerja-kerja partai? Rupanya Ketua Umum DPP PPP menunjuk dua wakil sekjen. Arya Permana  menangani tugas-tugas umum Kesetjenan DPP PPP dan Achmad Baidhowi menangani hal-hal terkait hubungan struktur PPP di daerah, kaderisasi dan persiapan pilkada.

Arsul Sani lahir di Pekalongan, 8 Januari 1964. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Pekalongan, Jawa Tengah. Baru, ketika kuliah Arsul menginjak Jakarta saat kuliah hukum di Universitas Indonesia (1987). Sempat kuliah komunikasi di London School of Public Relation (2007) dan mengambil Justice & Policy di Glasgow Caledonian University. Scotland (2012).

Anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah V ini sebelumnya juga sempat menjadi Ketua Yayasan Al-Azhar Rawamangun (2005-2007). Arsul juga aktif di Badan Penyuluhan Hukum PBNU. Dalam hal penyuluhan hukum pula, dirinya menjabat Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPP PPP hingga saat ini. Sebagai pengacara, dirinya mengikatkan diri pada organisasi profesi Ikadan Advokat Indonesia (Ikadin).


#sosok
#arsul sani
#ppp
#komisi iii
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)