logo rilis

Arogan, Bupati Nias Keluarkan 'Surat Pindah' untuk Dokter Spesialis ke Puskesmas
Kontributor
Kurnia Syahdan
14 Februari 2018, 11:31 WIB
Arogan, Bupati Nias Keluarkan 'Surat Pindah' untuk Dokter Spesialis ke Puskesmas
Praktisi Kesehatan, Patrianef. FOTO: Facebook.com/Patrianef Patrianef

RILIS.ID, Jakarta— Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli, kembali dianggap arogan setelah mengeluarkan "Surat Perintah" dengan nomor 824.4/15/BKD/2018, tanggal 8 Februari kepada dr Fatolosa Panjaitan, SpOg, seorang Dokter Spesialis Obgyn di RSUD Gunung Sitoli ke Puskesmas Butomozoi, Kecamatan Butomozoi, Kabupaten Nias.

"Pola yang sama, hanya dengan sebuah 'surat perintah' memindahkan karyawan. Ini tidak lazim dalam kepegawaian, karena biasanya lebih dikenal dengan surat keputusan untuk sebuah pemindahan pegawai," kata Patrianef, Praktisi Kesehatan dalam surat terbukanya di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurut Patrianef, tidak mudah menghasilkan seorang dokter spesialis di Indonesia. Diperlukan orang yang berotak pintar dan mau menghabiskan waktunya dengan pendidikan dokter plus spesialis, termasuk biaya yang tidak sedikit.

Ia juga tidak mengerti dengan 'surat perintah' yang dikeluarkan oleh Bupati Nias di tengah permintaan Direktur RSUD Gunung Sitoli yang memerlukan spesialis obgyn, anak, bedah dan anestesi.

"Jika menganggap ini hukuman, perlu disampaikan dalam hukuman disiplin PNS tidak ada pemindahan sebagai bagian dari hukuman disiplin, hanya karena Bapak (Bupati Nias, red) seorang Politisi," kata Patrianef yang juga aktif di LSM Kesehatan ini.

Patrianef meminta kepada Bupati Nias untuk mengembalikan dr Fatolosa Panjaitan, SpOg, ke RSUD Gunung Sitoli.

"Kepada Kementerian Kesehatan, diminta untuk menghentikan penempatan dokter spesialis ke RSUD Gunung Sitoli," tambahnya.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)