logo rilis

Anas Sebut Nazarudin Banyak Bohong di Persidangan
Kontributor
Tari Oktaviani
23 November 2017, 14:11 WIB
Anas Sebut Nazarudin Banyak Bohong di Persidangan
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Umum partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, Muhammad Nazarudin banyak melakukan kesaksian palsu. Ia geram namanya kerap disebut menerima uang proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) untuk kongres partainya tahun 2010.

"Karena ini fakta, bahwa di dalam persidangan saya terungkap, bahwa dia (Nazar) banyak melakukan kesaksian bohong. Dan dia menyuruh anak buahnya dengan halus dan kasar untuk berikan keterangan bohong tentang saya," kata Anas di pengadilan negeri tindak pidana korupsi, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Dia pun mengimbau agar Majelis Hakim bisa membedakan mana saksi yang betul-betul berkata benar dan mana yang tidak.

"Menurut saya, saksi itu harus dipastikan mana yang terbuat dari tanah dan bercampur api," papar Anas.

Usai persidangan, ketika awak media menanyakan saksi yang dimaksud Anas itu, Ia tak mengungkapnya.

"Sampean (Anda) sudah tahu, kura-kura dalam perahu (pura-pura tidak tahu). Saya tidak tahu proyek e-KTP, tentu saya tidak tahu apa peran dari masing-masing orang yang dibicarakan KPK," ujar Anas.

Sebelumnya dalam persidangan, Mantan bendahara Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin mengungkapkan bahwa Anas pernah menerima sejumlah uang dari proyek pengadaan e-KTP. Adapun uang tersebut diduga berkaitan erat untuk membantu pencalonan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres.

Nazaruddin menyebut Anas menerima duit dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Sepengetahuannya, Andi memberi Anas uang Rp 20 miliar yang kemudian dipergunakan untuk memenangkan Anas dalam Kongres II Partai Demokrat di Bandung 21-23 Mei tahun 2010. 


#Korupsi e-KTP
#Anas Urbaningrum
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)