logo rilis
​800 KK di Jakarta Terancam Tak Punya Rumah
Kontributor
Fatah H Sidik
30 Maret 2018, 19:24 WIB
​800 KK di Jakarta Terancam Tak Punya Rumah
Rumah susun. FOTO: perumahan.pu.go.id

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membatalkan pembangunan rumah susun (rusun) di Ujung Menteng, Karang Anyar, dan PIK Pulogadung. Soalnya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI sangsi dapat terealisasi.

"Ternyata, Bappeda ingin membatalkan dengan asumsi tidak akan terlaksana," ujar Anggota Komisi D DPRD DKI, Bestari Barus, kepada rilis.id di Jakarta, Jumat (30/3/2018). Nilai ketiga proyek tersebut sekitar Rp800 miliar.

Namun, imbuhnya, pernyataan tersebut ditampik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI. Dinas Perumahan justru optimis dapat mengerjakannya.

Karenanya, kata Bestari, DPRD DKI meminta Pemprov DKI melanjutkan dua proyek tersebut. Sebab, diperuntukkan sekurang-kurangnya 800 kepala keluarga (KK).

"Kalau kali tiga, berarti untuk 2.400 jiwa. Kalau anaknya dua, sudah 3.200 jiwa," katanya. "Masa harus tunggu sampai 2020 (untuk punya hunian)?" tambah dia bertanya.

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat ini, perbedaan pandangan Bappeda dengan Dinas Perumahan terjadi akibat miskomunikasi. "Masa kemudian hanya karena miskomunikasi, menggagalkan program. Ono opo toh?" tutup Bestari.


500
komentar (0)