logo rilis

80 Persen Masyarakat Masih Abai Melihat Tindak 'Bullying'
Kontributor
Elvi R
04 Mei 2018, 10:36 WIB
80 Persen Masyarakat Masih Abai Melihat Tindak 'Bullying'
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti saat diskusi #RilisCorner di Kantor rilis.id, Jakarta, Senin (29/1/2018). FOTO: RILIS.ID/Intan Nirmala Sari

RILIS.ID, Jakarta— Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, tindakan peresekusi atau bullying memang kerap dialami banyak orang tanpa memandang usia. Kasus bully yang kerap terjadi dikalangan anak-anak dan remaja sebenarnya sangat memprihatinkan. Bahkan beberapa kasus menunjukkan bahwa anak korban bullying sangat tertekan hingga memutuskan bunuh diri. 

Meski demikian, sebuah studi mengatakan, 80 persen orang yang menyaksikan bullying cuek dan tidak melakukan apa-apa. Hanya 20 persen dari mereka yang membantu para korban. 

“Bullying berdampak negatif terhadap semua pihak yang terlibat, baik terhadap target (korban bullying), pelaku bullying, bystander atau saksi (yang menyaksikan kejadian) dan terhadap Sekolah jika terjadi di lembaga pendidikan,” ujar Retno saat dikonfirmasi rilis.id, di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, bullying biasanya terjadi berulang dan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Umumnya ada relasi tak seimbang antara korban dengan pelaku bullying.

”Dampak bullying yang dirasakan anak korban di antaranya adalah mengalami depresi seperti murung, enggan bergaul, ketakutan. Kurang menghargai diri sendiri, memiliki masalah kesehatan akibat psikologis dan prestasi akademik menurun,serta  dapat memiliki pikiran untuk bunuh diri. Jadi jangan remehkan Bullying,” tambah Retno.

Berkenaan dengan Peringatan Hari Anti Bullying sedunia pada 4 Mei 2018 yang sudah ditetapkan  PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) sejak 2012 atau 6 tahun yang lalu, maka KPAI memperingati bersama dengan Lawyer Sahabat Anak Hotman Paris, KAMI, LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Komunitas Sudah Dong, para artis pendukung film “Stop Bullying” yang diproduksi Surya Film, dan perwakilan sekolah di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, pada Jumat 4 Mei 2018 pukul 06.00-08.00 wib.  

“Ini untuk pertama kalinya ada kolaborasi bareng berbagai pihak untuk mengkampanyekan “Anti Bullying”, ujar Retno. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)