logo rilis
8 Tahun Memendam Cinta Yang Berujung Penyekapan Dan Pemerkosaan
Kontributor

17 Februari 2018, 20:58 WIB
8 Tahun Memendam Cinta Yang Berujung Penyekapan Dan Pemerkosaan

Cinta yang begitu mendalam terhadap seorang gadis pujaan sepertinya tak bisa lagi dibendung oleh Y alias Wahyu (38) terhadap MR (16), seorang gadis yang masih duduk di kelas 1 SMA di Bandung.

Sayangnya, kisah cinta Wahyu harus bertepuk sebelah tangan. Gadis pujaan yang ditunggu-tunggunya selama delapan tahun kini telah memiliki seorang kekasih.

Cinta dan harapan yang berlebih untuk mendapatkan gadis pujaan pun menjadi upaya balas dendam lantaran sakit hati. Wahyu lantas melakukan tindakan nekat. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu menyekap MR dan menyetubuhinya dengan paksa.

Polisi menangkap Wahyu, lantaran melakukan pelecehan seksual anak di bawah umur. Wahyu dijerat Pasal 81 jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang  Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menjelaskan, penyekapan dan pemerkosaan terhadap MR berawal pada Rabu, 14 November 2017 sekitar pukul 20.30.

Saat itu, tersangka mengajak korban ke supermarket. Di perjalanan, pelaku berpura-pura sakit perut dan mengajak korban ke kontrakannya di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung.

Di kontrakannya itu, pelaku sudah mempersiapkan ruangan khusus untuk menjalankan aksinya.

Pelaku kemudian menyuruh korban masuk ruangan untuk mengambilkan barang. Korban lantas masuk. Saat itulah pelaku langsung membekap, melakban mulut korban, serta mengikat tangan dan kaki korban.

Tidak hanya diikat, korban pun dimasukkan ke karung goni kemudian memaksa korban melayani nafsu bejatnya.

"Korban dipaksa bersetubuh. Selama tidak mau tidak akan dibuka. Akhirnya, korban menuruti keinginan pelaku," katanya.

Orangtua yang khawatir lantaran anaknya tak kunjung pulang kemudian melaporkan ke Polsek Bojong Loa Kidul. Sat Reskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana kemudian menggerebek pelaku di kontrakannya.

SAKIT HATI

Menurut Hendro, motif tindakan pelaku ini lantaran sakit hati dengan korban yang telah memiliki seorang kekasih. Padahal, pelaku telah mengenal korban sejak umur sembilan tahun. Seiring waktu, cinta yang telah dirasakan pelaku itu muncul karne adanya hubungan baik.

"Tersangka ini memendam cinta selama delapan tahun dan ingin menikahinya, tetapi tersangka sakit hati karena cemburu terhadap korban yang sudah memiliki pacar," kata Hendro.

Berdasarkan olah TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa karung goni, lakban berwarna kuning, tiga sabuk karate, dan tali.

Sementara itu, Wahyu mengaku sudah lama menaruh cinta terhadap MR. Bahkan, Wahyu bersumpah akan menikahi korban.

"Saya sudah bersumpah sama diri saya bahwa hanya dia (korban) di hati saya," kata Wahyu.

Rasa cinta ini telah dipendamnya sejak MR masih berusia 11 tahun. Bahkan, pria yang pernah sukses berjualan burung kenari ini kerap membiayai kebutuhan korban. Dia pun mengaku sudah dekat dengan keluarga korban.

Wahyu juga mengaku, pernah mengutarakan cintanya kepada korban, tetapi ia menilai jawaban korban dirasa mengambang atau belum ada kepastian. Sebab, saat itu, korban menjawab masih ingin bersekolah.

"Kalau dia ngomong-nya suka, mungkin enggak. Tetapi, jawabnya (korban) masih kecil dan masih ingin bersekolah dulu," katanya.

Bagi Wahyu, hanya MR cinta yang ada di hidupnya. Ia bahkan siap menanti apabila MR menikah dan bercerai.

"Saya tidak masalah apabila dia menikah. Saya siap tampung dia kalau kalau rumah tangganya berantakan. Saya tunggu jandanya," ucapnya.

Meski begitu, Wahyu mengaku menyesal telah melakukan perbuatan itu kepada gadis pujaannya. "Saya menyesal sekali," ucap wahyu di balik penutup kepalanya.

 

 

sumber: kompas.com


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID