logo rilis
72 Tahun Lalu, Empat Hari Pertempuran Ambarawa yang Mematikan
Kontributor
Yayat R Cipasang
15 Desember 2017, 16:39 WIB
72 Tahun Lalu, Empat Hari Pertempuran Ambarawa yang Mematikan
Monumen Palagan Ambarawa. FOTO: Istimewa

PERTEMPURAN Ambarawa, Jawa Tengah, hanya tiga hari, 12-15 Desember 1945. Namun, pertempuran ini sangat heroik dan sangat penting. Pilihannya ada dua, menang perang atau mati berkalang tanah di tanah Ibu Pertiwi. 

Kekuatan musuh bukan hanya gabungan tentara Sekutu dan NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) yang lihai dalam taktik dan strategi tetapi juga persenjataan mereka yang lengkap dan modern.

Baca Juga

Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang sebelumnya dipimpin komandan-komandan sektor kemudian digabung dan langsung dipimpin Jenderal Soedirman membuat pasukan Sekutu kocar-kacir hingga tersingkir ke Semarang. Ambarawa sangat strategis karena itu Sekutu akan menjadikannya sebagai basis untuk menguasai Jawa Tengah.

Pasukan Sekutu dan NICA mendarat di Semarang tujuannya untuk membaskan tawanan Jepang dan Belanda. Kehadiran mereka pun disambut baik Gubernur Jawa Tengah Mr Wongsonegoro karena mereka berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Indonesia. Namun saat akan membebaskan tawanan Belanda di Magelang terjadi kesalahpahaman. Tawanan malah dipersenjatai semetara TKR malah dilucuti.

Namun, suasana tegang kembali tenang setelah Presiden Soekarno turun tangan. Namun, kondisi ini malah dimanfaatkan Sekutu dengan mengarah ke Ambarawa.

TKR mengepung Kota Ambarawa dari berbagai sudut sehingga tidak ada celah pasukan Sekutu untuk lari. Dengan persenjataan seadanya dan gempuran senjata otomatis dari lawan, TKR dengan gagah berani melawan mereka dengan semboyan yang sangat terkenal dan sangat menggetarkan: Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”.

Seperti dikutip dari kodam17cenderawasih.mil.id, serangan pasukan TKR membebaskan Ambarawa yang telah dikuasai Sekutu dimulai pukul pukul 4.30 WIB pada tanggal 12 Desember 1945. Jalan Raya Ambarawa-Semarang baru dapat dikuasai sore hari sekira pukul 16.00 WIB.

Granat, meriam dan desingan peluru tak henti-hentinya siang dan malam hingga logistik Sekutu tandas. Setelah terdesak Sekutu membumihanguskan Kota Ambarawa dan mereka mundur ke arah Semarang 15 Desember 1945 pukul 17.30 WIB. TKR menguasai sepenuhnya Kota Ambarawa. 

Keberhasilan yang gemilang pasukan TKR yang dipimpin Jenderal Soedirman ini kelak diperingati sebagai Hari Infanteri dan kemudian diubah menjadi hari Juang Kartika dan wujudnya dibangun Monumen Palagan Ambarawa.


#palagan ambarawa
#perang ambarawa
#sekutu
#nica
#riwayat
500
komentar (0)