logo rilis
71 Tahun HMI: Momentum Menginterupsi Diri
Kontributor

20 Februari 2018, 21:28 WIB
71 Tahun HMI: Momentum Menginterupsi Diri

71 tahun dan kongres ke-30 HMI, mari kita jadikan momentum untuk mengembalikan ruh intelektual HMI. 71 tahun, waktu yang mensyaratkan kematangan dan kejayaan. Momentum milad dan kongres, mestinya titik temu berbagai harapan untuk kemajuan HMI.

Sebagai organisasi pengkaderan yang banyak memproduksi ilmuan, mestinya HMI mampu menghasilkan kader-kader unggulan diberbagai bidang. Namun, kondisi sekarang malah justru mundur, untuk tidak menyebutnya tertinggal dan terbelakang.

Kemunduran ini terlihat dengan belum munculnya karya atau gagasan serta kader unggulan pasca generasi Anas Urbaningrum. Selain itu, 20 tahun silam, Almarhum Agus Salim Situmpul, sudah menginterupsi HMI melalui 44 Indikator kemunduran. Namun derasnya cara pandang politik, membuat kader cenderung terlena hingga abai terhadap interupsi tersebut.

71 tahun dan kongres 30, mari kita jadikan renungan atau kontemplasi akbar untuk me-renaisans kejayaan HMI. Membangun perayaan kesadaran untuk mengkonstruksi ulang orentasi organisasi merupakan kawajiban bagi semua kader, agar HMI kembali meneguhkan Nilai Dasar Perjuangan (NDP).

Sangat disayangkan, jika HMI mengalami dis orentasi. HMI adalah organ yang diperhitungkan karena kualitas kadernya, organisasi yang mampu menginspirasi republik ini menjadi moderen dan bermartabat. Tahun 70-an adalah golden gate bagi HMI, karena mampu menghasilkan tokoh sekaliber almarhum Cak Nur, Akbar Tanjung, Yusuf Kalla, dll. Selain banyak memproduksi manusia unggul (the great of people), HMI juga menjadi lokomotif perubahan pemikiran bangsa Indonesia.

Jika kita merefleksi, HMI begitu jauh mengalami kemunduran karena kehilangan khazanah intelektualnya. Kongres yang dulu sebagai pesta demokrasi yang sangat kaulitatif, kini menjadi sebatas angka-angka dukungan cabang. Sesak dengan strategi dan taktik politik murahan. Lobi, eksekusi dan kanalisasi (baca: karantina). Menyedihkan!

HMI adalah anak peradaban yang bertujuan membina insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam, dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Tujuan ini seharusnya menjadi spirit bagi kader sebagai insan akademis untuk mencipta dan mengabdi. Inilah beban besar yang harus dihantar HMI pada tujuanya.

Selain kemunduran, HMI sekarang juga mengalami kejumudan dalam alam pemikiran dan pergerakan. HMI seolah tidak memiliki psychological striking force dalam perjuangan maupun pemikiran yang dulu pernah dirumuskan Cak Nur, baik tentang keislaman, keindonesian dan kemoderenan. Disamping pemikiran, HMI juga stag dalam pergerakan sosial, pergerakan yang dicontohkan oleh Ahmad Wahib, kini tidak termanisfestasi dalam diri HMI.

Sense atau kepekaan terhadap permasalahan sosial mulai berkurang sehingga HMI tidak mampu menghadirkan jawaban unggulan atas problematika sosial. Gerakan pembebasan merupakan hal penting yang harus diperjuangkan kader. Kerena sesungguhnya kebebasan atau kemerdekaan adalah menjadikan manusia seutuhnya.

Dalam konteks ini, HMI harus hadir dengan kesadaran kritis untuk menyingkap kepalsuan. Karena kepentingan di atas kepentingan itu sendiri adalah pengetahuan. Untuk itu, pengetahuan penting didialogkan atau dikomunikasikan, diuji kebenaranya agar tidak menjadi doktrin yang mendominasi. Anthony Giddens menyatakan, gerakan sosial adalah upaya  kolektif untuk mengejar keadilan bersama, bukan kepentingan bersama atau gerakan mencapai tujuan bersama melalui tindakan kolektif (action collective).

Kita harus sadar diri bahwa organ kita butuh direstorasi ulang agar apa yang menjadi tujuan bisa direalisasikan. Otokritik menjadi modal untuk mengevaluasi peran dan fungsi kita sebagai organ yang pernah mengalami kejayaan baik di bidang pengetahuan, kepemimpinan dan pergerakan. Sudah saatnya kita menginterupsi diri sendiri agar mampu menyiapkan modal besar dalam menjawab problem kebangsaan saat ini.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID