logo rilis
4 Bukti Sri Mulyani Memang Layak Jadi Calon Wakil Presiden
Kontributor
Sukma Alam
16 Maret 2018, 07:14 WIB
4 Bukti Sri Mulyani Memang Layak Jadi Calon Wakil Presiden
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati punya peluang maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

Menteri kelahiran Bandar Lampung 55 tahun yang lalu ini digadang-gadang berpotensi mendampingi Joko Widodo alias Jokowi.

Bahkan, survei Indo Barometer menunjukkan pasangan Joko Widodo-Sri Mulyani dipilih sebanyak 36,8 persen. Duet itu juga mengungguli dari pasangan Prabowo Subianto-Anies Baswedan.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga menyabet Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia pada World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab. Penghargaan tersebut langsung diberikan pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Dengan demikian, figur Sri Mulyani memang dianggap cocok menjadi pendamping alternatif bagi Jokowi. Beberapa kalangan juga menyebut duet tersebut cukup ideal.

Lalu bukti apa saja yang membuat Sri Mulyani layak jadi calon wakil presiden Jokowi? Berikut rilis.id akan mengulasnya. Selamat membaca.

1. Genjot Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Adi Prayitno menilai, duet Jokowi-Sri Mulyani paling ideal. Menurutnya, figur Sri Mulyani dapat menunjang kinerja dan performa pemerintahan terutama perekonomian.

“Jika ingin menggenjot sektor ekonomi, tentu salah satu pilihan idealnya ada pada sosok Sri Mulyani,” ujar Adi. 

Namun, kata dia, Jokowi juga harus realistis dalam memilih pendamping yang bisa meningkatkan elektabilitasnya. 

“Jokowi mesti mencari cawapres yang bisa menaikkan elektabilitasnya hingga level aman,” ucapnya.

2. Menteri Berprestasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Suko Widodo menilai, Jokowi harus bekerja lebih keras jika menggandeng Sri Mulyani Indrawati sebagai calon wakil presidennya (cawapres). Pasalnya, meski nama Menkeu itu 'harum' di mata internasional, namun elektabilitasnya masih rendah.

"Pasangan ini punya plus-minus. Untuk bangun trust internasional memang bagus, tapi kan trust ke pemilih jauh lebih penting," katanya.

Jika memang Jokowi berduet dengan Sri Mulyani, maka harus lebih gencar disosialisasikan di grass root (akar rumput). "Tapi jika dipasangkan, maka Bu Sri Mulyani harus banyak dikenalkan langsung ke masyarakat," katanya. 

3. Figur Teknokrat


Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati menilai, baik Jokowi maupun Sri Mulyani dapat saling melengkapi. Sebab, seorang teknokrat bisa memberi pengaruh signifikan kepada Jokowi.   

"Saya pikir secara positif, keduanya bisa melengkapi. Yakni, sosok Sri Mulyani yang teknokrat bisa memberikan pengaruh signifikan pada Jokowi, selaku penentu kebijakan," katanya.

4. Kemampuan di Atas Rata-rata 

Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati, berpendapat duet Jokowi-Sri Mulyani cukup ideal.

Menurutnya, Indonesia sangat membutuhkan figur ekonom tidak hanya sekadar stabilitas politik. Pasalnya, tantangan Indonesia ke depan akan menghadapi ekonomi global.

“Saya kira Sri Mulyani punya kompetensi yang sangat luar biasa di situ. Sama halnya, kebutuhan untuk meninggalkan legacy (warisan) yang baik selama lima tahun ke depan,” ujarnya.  




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID