logo rilis

30 Invensi Balitbangtan Siap Daftar Paten Tahun Ini
Kontributor
Elvi R
10 Agustus 2018, 12:00 WIB
30 Invensi Balitbangtan Siap Daftar Paten Tahun Ini
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bogor — Invensi yang memperoleh Paten dari dalam negeri masih terhitung rendah. Hal ini mengindikasikan, Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, adalah pasar yang besar dan menguntungkan bagi produk-produk asing.

Menurut data Ditjen KI, jumlah pendaftaran paten di Indonesia masih didominasi oleh paten asing. Pada tahun 2015 tercatat 8.724 permohonan paten, dan hanya enam persen saja yang merupakan paten domestik. Indonesia masih jauh tertinggal, apalagi secara global rata-rata permohonan paten di dunia mencapai 2,5 juta per tahun. 

Penyebab rendahnya jumlah paten di Indonesia adalah belum tingginya tingkat kesadaran inventor terhadap pentingnya perlindungan hasil karya atas ide kreatifnya serta masih kurangnya kemampuan inventor dalam melakukan drafting paten secara baik.  Selain itu, kemampuan penelusuran prior art juga masih rendah. 

Oleh karenanya, selama dua hari telah dilaksanakan penyelenggaraan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Inventor dan Pengelola KI dalam Penyusunan dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual oleh Balitbangtan di IPB International Convention Centre (9-10 Agustus 2018), Bogor. Bimtek diisi dengan kegiatan asistensi penyusunan draft paten bagi inventor Balitbangtan. Melalui kegiatan asistensi ini diharapkan dihasilkan 30 draft paten baru Balitbangtan yang dapat didaftarkan ke Ditjen HKI.

Jumlah tersebut akan menambah total pendaftaran paten Balitbangtan, yang hingga saat ini telah tercatat sebanyak 335 invensi.

Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (Balai PATP), Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si, menyatakan, sangat bangga dengan kinerja peserta bimtek HKI kali ini.

“Sebagai UPT pengelola HKI dan alih teknologi Balitbangtan, Balai PATP akan terus mengupayakan agar proses pendaftaran HKI dapat lebih ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas, serta mengupayakan percepatan proses perlindungan HKI-nya”, tegasnya.

Kesadaran inventor masih perlu terus ditingkatkan agar invensi dan karya ciptanya segera dapat diproses pendaftaran HKI-nya. Demikian juga dorongan pemangku kebijakan di lingkup UK/UPT diperlukan untuk meningkatkan motivasi para inventornya. Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 72 Tahun 2015 dan nomor 06 tahun 2016 tentang imbalan yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Royalti Paten dan Hak PVT kepada inventor dan pemulia tanaman, diharapkan dapat mendorong minat dan kesadaran inventor untuk memberikan perlindungan HKI terhadap hasil penelitiannya. Upaya tersebut tentunya harus didukung pula dengan kinerja tim pengelola HKI di UK/UPT. Bimtek ini juga telah menghasilkan mekanisme kerja Tim Pengelola KI Balitbangtan untuk peningkatan kinerja dalam pengelolaan kekayaan intelektual dan alih teknologi pertanian yang dihasilkan Balitbangtan.

Sumber: Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)