logo rilis

#2019GantiPresiden Vs #Jokowi212, PKS: Proses Demokrasi
Kontributor
Nailin In Saroh
05 April 2018, 22:35 WIB
#2019GantiPresiden Vs #Jokowi212, PKS: Proses Demokrasi
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, menganggap wajar adanya gerakan #Jokowi212 sebagai tandingan #2019GantiPresiden. Katanya, itu merupakan proses berdemokrasi.

Lagipula, ucapnya mengingatkan, tagline 2019 Ganti Presiden merupakan aspirasi masyarakat. "Dilindungi oleh konstitusi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Baca: #2019GantiPresiden dan #Jokowi212, Apa Kata Pakar Komunikasi Politik?

Menurut Anggota Komisi III DPR RI itu, kedua gerakan tersebut sampai kini masih kondusif. Diharapkan tak ada agitasi, karena berpotensi merusak demokrasi.

"Rakyat juga diajarkan. Sehingga, ada pelajaran politik, ada kesempatan yang sama," pungkas Nasir.

Sebelumnya, beredar sebuah video dengan durasi 30 detik yang menggambarkan proses produksi kaus sablon bertuliskan #2019GantiPresiden. Video itu pun menjadi viral di jagat maya.

Sementara, PPP membentuk gerakan kampanye #Jokowi212 sebagai tandingan dari #2019GantiPresiden. Tanda pagar (hastag) tersebut sengaja dibuat, karena meyakini Jokowi bisa menjabat selama dua periode.

Baca: Gerakan #2019GantiPresiden Disebut Warning bagi Jokowi

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)