logo rilis
#2019GantiPresiden, Mendagri: Belum Waktunya Kampanye
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
07 Mei 2018, 15:24 WIB
#2019GantiPresiden, Mendagri: Belum Waktunya Kampanye
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengajak agar para elite dan seluruh masyarakat bisa berpolitik dengan santun. Seperti, saling menghormati perbedaan dan mengedepankan etika.

"Mari kita menghormati etika, mari menghormati setiap individu yang punya hak berpolitik, hak pilihan," kata Tjahjo di Jakarta, kemarin.

Masing-masing individu, kata dia, punya pilihan dalam politiknya. Jangan lah cuma karena beda pilihan sampai bikin ribu-ribut di tengah jalan. Menurutnya, ini bukan contoh baik untuk publik.

"Tidak memberi pendidikan politik bagi publik," ujarnya.

"Harusnya kan menghargai. Saya mau Pak Jokowi, saya tidak ya nanti silahkan gunakan hak pilihnya di TPS, jangan ribut-ribut di jalan," ungkap Tjahjo.

Menurut dia, TPS merupakan forum atas aspirasi politik publik. Harusnya, ada etika yang santun dan berbudaya, bukannya dengan aksi tersebut.

Pernyataan itu menyinggung soal deklarasi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah, termasuk Jakarta pada Minggu, 6 Mei kemarin di kawasan Monas.

Menurut dia, saat ini belum masuk musim kampanye. Sebaiknya, semua pihak menahan diri. Jangan karena merasa kebelet, lantas etika diabaikan.

"Belum saatnya kampanye pilpres. Saya kira Bawaslu punya aturan, punya rambu- rambu," ujarnya.

Sweeping Kaus

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Arief M Eddie, juga angkat bicara soal kabar sweeping kaus bertuliskan #2019GantiPresiden di sejumlah daerah.

Menurut dia, sikap ini bukan berarti tak melanggengkan demokrasi. Sebab, Indonesia berasaskan Pancasila, seharusnya sesuai dengan nilai luhur landasan negara tersebut.

"Dalam melaksanakannya harus sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila itu sendiri," kata Arief kepada rilis.id, Senin (7/5/2018).

Pilpres 2019 yang berlangsung nanti merupakan ajang rakyat untuk memilih pimpinannya. Harusnya, sekarang-sekarang ini tidak membuat keresahan dulu dengan kegiatan tersebut (deklarasi).

"Pemilu kan berlangsung tanpa paksaan dari siapapun. Saat ini, belum ada pencalonan, jadi sebaiknya masyarakat pun bisa bijak dalam bersikap.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)