logo rilis
#2019GantiPresiden dan #Jokowi212, Apa Kata Pakar Komunikasi Politik?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
05 April 2018, 17:29 WIB
#2019GantiPresiden dan #Jokowi212, Apa Kata Pakar Komunikasi Politik?
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Gerakan #2019GantiPresiden yang dibuat Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dan #Jokowi212 dipelopori PPP dinilai sebagai bagian propaganda menjelang Pilkada 2018, dan Pilpres 2019.

Peneliti dari Centre for Presidential Studies (CfPS), Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Muhammad Taufik Rahman, mengatakan Jokowi dan Prabowo berusaha memengaruhi simpati masyarakat.

"Hastag bisa dilihat sebagai bentuk reaksi spontan masyarakat terhadap suatu isu, tetapi bisa juga dilihat sebagai bentuk propaganda. Karena momentumnya bertepatan dengan tahun politik 2018-2019," kata Taufik kepada rilis.id, Kamis (5/4/2018).

Hastag #2019GantiPresiden, ujar Taufik, merupakan bentuk aspirasi dari kelompok penantang Jokowi. Mereka, memperkuat pesan kepada kepada masyarakat melalui hastag ganti presiden tersebut.

"Ini aspirasi dari kelompok penantang Jokowi yang berusaha mengumpulkan simpatisan di Pilpres 2019 besok," ujarnya.

Sementara untuk #Jokowi212, lanjut Taufik, para pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu berusaha untuk menarik simpati dari para alumni kelompok 212. Simbol itu sengaja digunakan untuk menarik simpati dari kalangan pendukung aksi 212 tersebut.

"Ini propaganda jenis transfer. Jokowi kita kenal tidak sejalan dengan kelompok 212. Kalau ada simbol 212 dilekatkan pada Jokowi, kemungkinannya hanya ada satu, dibuat untuk meraih simpati kelompok 212," tandasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video dengan durasi 30 detik yang menggambarkan proses produksi kaos sablon yang bertuliskan #2019GantiPresiden. Video itu kemudian menjadi viral di jagat maya.

Sementara, PPP juga membentuk gerakan kampanye #Jokowi212 sebagai tandingan dari #2019GantiPresiden. 

PPP yang sudah deklarasi dukungan ke Jokowi memang sengaja membuat 212 karena yakin Jokowi bisa menjabat selama 2 periode.

Editor: Eroby JF


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)