logo rilis
#2019GantiPresiden Cari Sosok yang Mampu Perjuangkan Pancasila
Kontributor
Syahrain F.
06 Mei 2018, 16:59 WIB
#2019GantiPresiden Cari Sosok yang Mampu Perjuangkan Pancasila
Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera menyatakan, salah satu tujuan gerakan itu adalah mencari calon presiden yang mau sungguh-sungguh menerapkan Pancasila sebagai dasar negara.

"Kriterianya adalah yang paling mampu memperjuangkan Pancasila di negeri ini, karena kami melihat penerapan Pancasila baru sebatas 'lips service'," katanya di kawasan Patung Kuda, Jakarta, hari ini (6/5/2018).

Ada sekitar 300 orang massa pendukung #2019GantiPresiden berkumpul di lokasi tersebut dengan membawa atribut kaos, topi, pin, selempang bendera dan barang lainnya yang bertuliskan #2019GantiPresiden.

Barang-barang itu dijual puluhan penjual yang menggelar dagangannya di trotoar dan jalan sekitar lokasi.

Ia mengatakan, gerakan itu tidak bicara tentang hanya nama seorang calon presiden, dan itu diserahkan semua kepada proses politik.

"Kalau Pak Jokowi dan timnya bisa bekerja keras, kalau nanti Pak Jokowi berubah, kami mungkin akan mempertimbangkan. Tapi sampai sekarang kami yakin 2019 ganti presiden," tambah Mardani Ali Sera, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS).

Gerakan #2019GantiPresiden, menurut Mardani, baru akan menentukan sikap sesudah 4-10 Agustus 2018, yaitu setelah adanya nama-nama resmi para calon presiden dan wakil Presiden.

"Fokus gerakan ini sebagai 'pressure group'. (Gerakan ini) menjadi pendidikan politik agar negara ini mengetahui bahwa teriak, bicara mengenai ganti presiden itu legal, sah, dan konstitusional selama dilakukan dalam konteks pilpres 17 April 2019," katanya.

Ia juga menyebutkan sejumlah nama yang mungkin mendapat dukungan dari gerakan #2019GantiPresiden. 

Di antara nama-nama itu adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PKS Sohibul Iman, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hingga Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi.

"Mengajak masyarakat berpikir bahwa Pilpres 2019 penting, strategis dan fundamental. Pilihlah yang terbaik, untuk itu kami 'challenge' Pak Jokowi untuk tidak (lagi) menjadi presiden kalau tidak memenuhi kriteria pelaksanaan Pancasila di negeri ini. Tapi kalau mampu, semua bisa berubah," tegas Mardani.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)