logo rilis
2018, Indonesia Bakal Ekspor 500 Ribu Ton Jagung Komposit
Kontributor
Fatah H Sidik
18 Mei 2018, 20:18 WIB
2018, Indonesia Bakal Ekspor 500 Ribu Ton Jagung Komposit
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau pabrik jagung di Gorontalo, Kamis (3/5/2018). Jagung tersebut akan diekspor ke Filipina. FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia bakal mengekspor sekitar 500 ribu ton jagung komposit pada 2018. Soalnya, produksi dalam negeri meningkat seiring bertambahnya luas tanam di sejumlah sentra produksi.

Bahkan, sejumlah provinsi sudah melakukan ekspor hingga Mei ini. Di antaranya, Gorontalo 80 ribu ton dan Sulawesi Selatan 70 ribu ton. Sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB), berencana ekspor 200 ribu ton jagung untuk industri pakan ternak tersebut.

Jagung komposit di ekspor ke sejumlah negeri jiran, mengingat kebutuhannya tinggi. Misalnya, Malaysia butuh dua juta ton per tahun dan Philipina sekitar satu juta ton per tahun.

Sebagai informasi, Indonesia menggantungkan kebutuhan jagung komposit dari luar negeri untuk pakan ternak sejak 1980-2015. Tingginya impor dipicu berkembangnya industri peternakan.

Dari 100 persen komponen pakan ternak, sebesar 70 persen kandungannya adalah jagung. Kebutuhannya saban tahun sekitar tiga juga tahun. Alhasil, devisa negara yang tersedot mencapai Rp12 triliun per tahun.

Bahkan, peternak unggas pernah melakukan demo, akibat pasokan jagung berkurang dan harganya menembus Rp10 ribu per kilogram di tingkat pengecer. Hal ini, memicu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres), di mana harga dasar pembelian jagung petani Rp 3.150 per kilogram dengan kadar air 15-20 persen.

Di sisi lain, Menteri Amran melakukan berbagai upaya untuk menggenjot produksi dalam negeri, sehingga angka impor jagung berkurang. Medio Januari-Oktober 2016, akhirnya volume impor menjadi 130.677 ton atau terendah dibanding periode 2010-2015.


500
komentar (0)