logo rilis
2 Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Makassar Meninggal Dunia
Kontributor
AM Ikhbal
24 Maret 2020, 23:30 WIB
2 Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Makassar Meninggal Dunia
PJj Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb. (Foto: Antara)

RILIS.ID, Makassar— Pemerintah Kota Makassar memastikan data terbaru dua pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Keduanya meninggal dalam penanganan di rumah sakit.

"Data terbaru ada dua PDP kasus Covid-19 meninggal. Satu pasien meninggal di Rumah Sakit Siloam dan satu lainnya di Rumah Sakit Grestelina," ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb saat telekonferensi melalui video bersama wartawan di Makassar, Selasa (24/3/2020).

Korban pertama PDP seorang laki-laki berumur 55 tahun, meninggal di Rumah Sakit Grestelina pada Senin malam (23/3) dan diketahui baru pulang umrah dari Tanah Suci.

Satu lainnya diketahui seorang pendeta dengan riwayat perjalanan dari Bogor, Provinsi Jawa Barat, selanjutnya bertolak ke Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengikuti pertemuan keagamaan.

Seusai pulang dari Raha, orang berstatus PDP tersebut kemudian jatuh sakit dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapat perawatan medis namun meninggal dunia pada Senin (23/3/2020) malam.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan di Litbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta. Prosesi pengurusan jenazah dilakukan sesuai dengan penanganan prosedur pasien Covid-19 dengan dikremasi selanjutnya langsung dimakamkan sesuai protokol," kata Iqbal.

Selain itu, hasil foto thorax hingga rontgen menunjukkan, keduanya terjangkit pneumonia.
Kendati demikian, belum bisa dipastikan terkonfimasi Covid-19, mengingat hasil laboratorium belum disampaikan.

"Sampai saat ini belum ada hasilnya dari Litbangkes atas dua status PDP yang meninggal. Kami masih menunggu hasil resminya," tutur mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel itu.

Dia menegaskan, dengan kejadian ini maka langkah selanjutnya, pemerintah segera melakukan pelacakan bersama tim gugus depan penanggulangan Covid-19 untuk melacak siapa saja yang pernah kontak dengan almarhum.

"Petugas bersama tim kedokteran dan tenaga kesehatan serta pihak travel akan mendatangi satu persatu jamaah yang pernah bersama almarhum saat perjalanan umroh untuk dicek statusnya, agar penyebaran tidak meluas," katanya.

Iqbal meminta bagi warga yang pernah melakukan kontak dengan PDP maupun positif Covid-19, segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan bila mengalami gejala corona.

Hingga saat ini data terbaru di situs covid19.sulselprov.go.id, pukul 18.00 Wita tercatat orang dalam pemantauan (OPD) sebanyak 149 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 53 orang, dam positif bertambah menjadi empat orang.

Empat yang terkonfirmasi positif Covid-19, satu dinyatakan meningggal dunia, tiga lainnya masih menjalani isolasi perawatan secara intensif di rumah sakit rujukan.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID