logo rilis
1.000 Ton Beras untuk Suriah Diberangkatkan dari Serambi Mekkah
Kontributor
Syahrain F.
15 April 2018, 21:42 WIB
1.000 Ton Beras untuk Suriah Diberangkatkan dari Serambi Mekkah
Ustdaz Fadlan Garamatan, Ustadz Bobby Herwibowo, Tengku H. Nuruzzahri, Presiden ACT Ahyudin, dan Wali Kota Banda Aceh Aminullah bersiap melepas keberangkatan 1000 ton beras dari Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, hari ini (15/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Syahrain F

RILIS.ID, Banda Aceh— Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melepas 1.000 ton beras yang akan diberangkatkan ke Suriah, hari ini (15/4/2018). Bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia itu dibawa dengan truk besar dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menuju ke pelabuhan Belawan, Medan.

Presiden ACT Ahyudin mengatakan, pengiriman bantuan 1.000 ton beras sebelumnya telah dilakukan untuk Palestina. Begitu pula dengan Suriah, rencana pengiriman tidak akan berhenti pada hari ini. 

"Aceh segera mengirimkan 1.000 ton beras ke Suriah pada tahap pertama, diikuti oleh tahap-tahap berikutnya. Masyarakat Turki sudah tahu sekarang bahwa ada 1.000 ton beras dari Aceh," kata Ahyudin. 

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail mengatakan, dari Medan, kapal kemanusiaan itu akan bertolak menuju Turki baru dikirim ke Suriah.

Lebih lanjut Husaini menjelaskan, Aceh dipilih sebagai lokasi pemberangkatan dikarenakan nilai historis kota tersebut serta kedekatannya dengan dengan Turki.

Sebelum acara pelepasan bantuan, ribuan masyarakat Aceh mendengar para tokoh agama berkhotbah tentang keutamaan Aceh dan warganya yang ringan bersedekah.

"Aceh telah membesarkan Indonesia dengan seribu ton beras. Sejarah akan mencatat. Peradaban sudah ada di negeri ini," ucap Da'i dari Papua, Ustadz Fadlan Garamatan.

Dengan nada yang menggebu-gebu, Ustadz Fadlan juga menyeru agar masyarakat dan pemerintah menjaga semangat kemanusiaan terhadap sesama.

Sementara Syaikh Ali Jaber dalam tausiyahnya menjelang Maghrib berhasil membuat warga yang hadir hanyut dalam nasihat dan pengakuan tentang kemuliaan bangsa Indonesia di mata kaum Muslimin.

"Baru saya paham mengapa Allah bawa saya dari Madinah ke Indonesia. Di Palestina, pemuda-pemudi di sana bisa berbahasa Indonesia," tutur Syaikh bercerita mengenai pengalamannya ke Palestina.

"Mengapa mereka begitu mencintai Indonesia? Jawabnya sederhana, karena Indonesia sangat mencintai bangsa Palestina. In syaa Allah lewat Aceh, Indonesia akan bangkit lewat kemakmuran." ucapnya. 


500
komentar (0)