logo rilis

100 Ribu Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke Sebuah Pulau di Bangladesh
Kontributor
Syahrain F.
24 Mei 2018, 13:16 WIB
100 Ribu Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke Sebuah Pulau di Bangladesh
Orang-orang Rohingya berkumpul di sebuah kamp pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh, pada 20 Desember 2017 . Credit: Anadolu Agency/Mustafa Kamac?

RILIS.ID, Dhaka— Bangladesh akan memindahkan 100 ribu pengungsi Rohingya ke sebuah pulau hingga kamp-kamp mereka selesai direnovasi, kata Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Rabu (23/5/2018).

Menurut Sekretaris Pers Ihsanul Karim, Hasina mengatakan hal itu saat menemui Wakil Direktur Jenderal dari Dana Penduduk PBB (UNFPA) Natalia Kanem, di Dhaka.

Melansir Anadolu Agency, pengungsi akan dipindahkan ke Pulau Bhaschanchar, dekat kota pelabuhan Chittagong.

Dia mengatakan, musim hujan yang akan datang dapat mempersulit kehidupan pengungsi yang kini tinggal di kamp Kutupalong yang penuh sesak, yang terletak di dekat kota Cox's Bazaar.

"Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memindahkan mereka ke penampungan sementara di Bhashanchar, sampai repatriasi mereka [ke Myanmar]," jelas dia.

Berdasarkan data Amnesty International, sejak 25 Agustus 2017, sekitar 750 ribu Rohingya--di mana sebagian besar perempuan dan anak-anak--mengungsi ke Bangladesh sejak tentara Myanmar melancarkan operasi militer brutal ke kelompok Muslim minoritas.

Menurut Dokter Lintas Batas (MSF), 9.000 Rohingya meninggal dunia di Rakhine selama 25 Agustus-24 September 2017.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Desember, MSF menyebutkan bahwa 71,7 persen kematian atau 6.700 orang Rohingya meninggal dunia karena kekerasan. 730 di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun.

PBB menyebut Rohingya sebagai kaum yang paling teraniaya di dunia, yang telah menderita sejumlah kekerasan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.

PBB mencatat adanya pemerkosaan massal, pembunuhan, pemukulan brutal, dan penghilangan paksa yang dilakukan oleh personel militer. Penyelidik PBB menyebut pelanggaran tersebut termasuk kejahatan kemanusiaan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)