logo rilis

10 Ribu Santri Tasikmalaya Sambut Long March Laskar Santri Cak Imin Cawapres 2019
Kontributor
Yayat R Cipasang
21 Juli 2018, 19:58 WIB
10 Ribu Santri Tasikmalaya Sambut Long March Laskar Santri Cak Imin Cawapres 2019
Puluhan ribu satri Kota Tasikmalaya menyambut Long March Laskar Santri Cak Imin Cawapres 2019. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Tasikmalaya— Rombogan Peserta Long March Laskar Santri Cak Imin Cawapres 2019 Kota Banjar-Jakarta sampai di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (21/7/2018). Sekira 10 ribu santri Kota Tasikmalaya, sejak pagi berkumpul di depan masjid agung yang terletak di persimpangan Jalan Jl. KH Z Mustofa - Jl. Dr. Soekarjo - Jl. Yudanegara - Jl. Otto Iskandardinata. 

Mereka turut menyemangati para peserta long march pengusung mandat para kiai agar cucu pendiri organisasi Islam terbesar di Nusantara, Nahdatul Ulama (NU), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019 mendatang.

"Kita mengawal amanat para kiai yang sudah menetapkan Cak Imin untuk menjadi pemimpin bangsa ini. Cak Imin  yang lahir dan besar di pesantren layak untuk memimpin bangsa ini. Kita akan padukan nasionalis dan religius agar NKRI tetap utuh seperti sekarang ini," ujar Koordinator Santri Tasikmalaya Abdul Mukit.

Mukit menjelaskan, para santri Kota Tasikmalaya siap meneruskan estafet long march ke Jakarta. Sedangkan kondisi para santri saat ini menurutnya masih bersemangat untuk melanjutkan perjalanan sampai ke kediaman Cak Imin di Ponpes Ciganjur, Jakarta.

"Kita target satu minggu sampai ke rumah Cak Imin," katanya.

Dari Kota Tasikmalaya, lanjut dia, perjalanan akan berlanjut menuju perbatasan Tasik-Garut, lalu berlanjut ke Garut Bandung, Purwakarta, Bekasi dan sampai ke Jakarta. 

"Di perbatasan Tasik-Garut para santri akan menginap terlebih dahulu, besoknya melanjutkan perjalanan ke Bandung," pungkas Mukit. 

Sementara itu Jauhar Anwari, Korlap Long March Laskar Santri, mengatakan, para santri melalui aksi jalan kakinya dari Kota Banjar sampai Jakarta, membawa mandat para kiai dan ulama agar Cak Imin berupaya maksimal untuk menjadi pemimpin bangsa. Ditegaskan, sudah saatnya rakyat Indonesia dipimpin oleh sosok yang agamis, tetapi juga nasionalis.

"Kita mengawal amanat para kiai untuk Cak Imin agar menjadi pemimpin bangsa. Para kiai di berbagai daerah sudah berkomitmen bahwa Indonesia harus memiliki pemimpin yang berlatar belakang religius sekaligus nasionalis," paparnya

Long March Santri Banjar-Jakarat untuk Cak Imin Wapres RI ini mendapat dukungan dari para kiai, di antaranya KH Abdul Aziz Affandi dari Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, KH Diding Darul Falah dari Ponpes Condong Tasikmlaya dan yang lainya.

Kiai Abdul Aziz menegaskan, aksi long march tersebut merupakan fakta bahwa masyarakat khusunya kalangan pesantren begitu antusias dan berharap Cak Imin menjadi Cawapres 2019 pendamping Joko Widodo (Jokowi).  

"Aksi ini untuk menjadi referensi dan jadi keputusan Bapak Presiden (Joko Widodo) agar bisa bergandengan dengan Muhimin Iskandar," tegas KH Abdul Aziz.

"Dan long march ini semata murni dari kesepahaman, kesepakatan dan keinginan bersama masyarakat Indonesia khusunya di Priangan Timur bahwa Cak Imin layak menjadi Cawapres," sambungnya.

Sementara KH Diding Darul Falah mengtkn bahwa pihaknya sangat mendukung serta mengapresiasi aksi long march santri tersebut. Terlebih pondok pesantrennya pernah dikunjungi Cak Imin, sehingga paham betul akan program-program kerjanya.

"Saya sangat mendukung ke panglima santri ini supaya jadi cawapres. Saya tidak berubah, mendukung Jokowi jadi Presiden, Cak Imin jadi wapresnya," tegasnya.

Sebelumnya juga, Pimpinan Ponnpes Miftahul Huda Al-Azhar  Banjar, KH.Munawwir Abdurohim mengatakan saat ini momentumnya santri untuk memimpin dan itu repersentasinya ada pada Muhaimin Iskandar selaku panglima santri.

"Ini perjuangan kaum santri, kami berharap Cak Imin bisa berpasangan dengan Pak Jokowi di Pilpres 2019 mendatang," ujarnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)