logo rilis
10 Ribu Pemilih di Lapas Jatim Terancam Kehilangan Hak Pilih
Kontributor
Budi Prasetyo
19 April 2018, 16:33 WIB
10 Ribu Pemilih di Lapas Jatim Terancam Kehilangan Hak Pilih
Ilustrasi. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Komisiner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, menyebutkan, dari hasil investigasi instansinya masih ada sekitar 19 ribu orang di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan terancam kehilangan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Dari data itu, 10 ribu sudah bisa terverifikasi yakni di area Jawa Timur.

Dia menjelaskan, permasalahan calon pemilih di lapas dan rutan yang belum bisa terverifikasi di antaranya, data penghuni hanya nama dan alamat. Selain itu, NIK dan KTP tidak diketahui, serta penghuni lapas tidak membawa e-KTP, atau tidak ada surat keterangan menjadi hambatan saat pencoblosan.

"Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan agar KPU RI dan KPU Jatim membuat regulasi khusus untuk penghuni lapas dan rutan," ujar  Anam usai deklarasikan ‘Pilkada Damai yang Ramah HAM’ di Kantor KPU Jatim, Surabaya, Kamis (19/4/2018).

Dicontohkannya, data paling banyak penghuni Lapas yang berpotensi kehilangan hak suara berada di Sidoarjo. Setidaknya, ada dua rutan dan empat lapas di Sidoarjo yang butuh perhatian lebih untuk diberikan hak suara saat Pilgub Jatim.

Selain itu, Komnas HAM juga mencatat, untuk kelompok minoritas peluang sarana dan prasarananya telah ter-cover. Misalnya, difabel di Sidoarjo semua template khusus disabilitas telah disediakan di TPS.

Sementara, untuk level kerawanan, baik isu SARA dan konflik sosial, Pilgub Jatim cenderung titik rawannya rendah.

“Kami menemukan kondisinya kondusif. Ini harus dijaga dan harus memenuhi kelompok minoritas," tegasnya.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)